ASAH OTAK, CATUR MENJAMUR DI " MALUKU " NYA JAWA BARAT



Seputarkuningan.com - Permainan catur begitu digemari banyak kalangan, terlebih sejumlah warga di Desa Margasari Kecamatan Luragung Kabupaten Kuningan atau yang disebut juga sebagai "Maluku" yang artinya Desa Margasari Kecamatana Luragung kabupaten Kuningan. Seperti yang terlihat pada Sabtu Malam (5/5/2018) di kediaman Muhammad Ghani Family tampak dipadati warga bahkan yang berasal dari desa lain pun tampak hadir berduyun-duyun. Permainan catur ini, bagi sebagian warga merupakan olahraga yang mengasah kemampuan pikiran mengatur strategi menyerang dan bertahan bidak-bidak di papan catur tersebut.
Menurut keterangan Ketua LBH ELIT Kuningan yang juga pemilik Hj. Elit Center Hj. Elit Nurlitasari Ghani mengatakan, kegiatan catur ini merupakan yang kedua kalinya diadakan di kediamannya. " Alhamdulillah antusias warga ternyata luar biasa bahkan ada yang datang dari desa lain di luar Kecamatan Luragung. Makanya, kegiatan ini kami adakan setiap satu bulan sekali," kata Elit kepada Seputarkuningan.com saat ditemui dikediamannya.
Selain itu, lanjut Elit, tujuan diadakannya lomba catur ini untuk lebih menjalin tali silaturahmi dan menjaga kekompakan antar warga. " Dengan diadakannya lomba catur ini, bisa lebih mendekatkan Elit Center dan LBH ELIT kepada masyarakat. Terlihat pada malam ini peserta yang hadir mencapai lebih dari 100 orang," ungkap Elit.
Ahmad salah satu peserta lomba catur  mengungkapkan kegemarannya dengan permainan yang sering disebut sebagai olahraga otak itu. Dirinya menyakini, permainan catur bisa mengasah kemampuan otak antara para pemainnya,
“Sangat suka dengan permainan catur, olahraga ini tidak membuat tubuh menjadi lelah dan juga dapat meningkatkan konsentrasi kita dalam belajar. Biasanya saya main catur dengan teman di pos ronda, malam ini saya akan asah kemampuan saya di loma catur ini," ucap Ahmad.
Menariknya permainan ini, kata Ahmad, saat pertahanan mulai bobol atau sejumlah bidak seperti ster (ratu.red) dan kuda sudah dimakan lawan, mulai muncul ketegangan dan kesulitan untuk menang.
 " Tapi ada antisipasi untuk kondisi itu," kata Ahmad.
Ahmad sangat mengapresiasi kegiatan tersebut apalagi diadakan setiap satu bulan sekali. Dirinya bisa saling berbagi teknik permainan dengan warga lainnya. Lomba ini memperebutkan hadiah uang senilai Rp 500.000 bagi juara 1, Rp 400.000 bagi juara 2 dan rp 300.000 bagi juara 3.
" Enak sih suasana lombanya, apalagi dapat makan dan kopi gratis," pungkas Ahmad. (Elly Said)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.