SIDAK LOKASI GALIAN, PULUHAN WARGA SAMBUT PLT. BUPATI


Seputarkuningan.com - Langkah cepat yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Kuningan dalam menyikapi polemik adanya lokasi galian batu di Gunung Sarongge Dusun Cibodas Desa Cipondok Kecamatan Cibingbin Kabupaten Kuningan, Plt. Bupati Kuningan Dede Sembada bersama Kapolres Kuningan AKBP Yuldi Yusman, Kabag Humas Setda Kuningan Wahyu Hidayah  sidak ke lokasi galian batu tersebut, Kamis (5/4/2018).
Sidak kali ini dilakukan atas laporan masyarakat yang sudah sangat resah terhadap galian batu yang ada di Desa Cipondok kecamatan Cibingbin. Ketika rombongan datang, tiba-tiba datang puluhan warga yang datang ke lokasi tersebut. Warga yang datang adalah mereka yang merasa dirugikan dengan adanya galian batu tersebut.
Kepada Plt. Bupati Kuningan Dede Sembada, warga mengeluhkan adanya lokasi galian batu tersebut. Bahkan beberapa warga mengaku tidak pernah mendapatkan undangan sosialisasi padahal lokasi tempat tinggal mereka berada hanya sekitar 500 meter dari lokasi galian.
" Kami tidak pernah diundang untuk mengikuti sosialisai soal galian ini. Yang diundang oleh pihak desa adalah warga yang jauh dari lokasi tapi kami yang dekat tidak pernah dapat undangan. Ketidakhadiran kami pun tidak pernah dipertanyakan oleh kepala desa," kata salah satu warga dengan nada kesal.
Bahkan, warga yang berada di sekitar lokasi pun menyatakan tidak pernah menandatangani surat persetujuan ataupun surat ijin lingkungan. Warga berharap pemkab Kuningan dapat bersikap tegas untuk menolak keberadaan galian batu tersebut. Plt. Bupati pun melihat langsung salah satu rumah yang terkena hantaman batu yang diduga berasal dari lokasi galian.
Pantauan di lapangan,  lokasi yang yang disidak sangat berdekatan dan hanya berjarak sekitar 500 meter dengan pemukiman. Tampak ada dua alat berat yang berada di lokasi tersebut. Hanya saja, tidak ada seorang pun pihak dari PT Pandu Tunggal Permana yang datang di lokasi.
Plt. Bupati Kuningan Dede Sembada mengatakan, setelah melalui pengecekan ternyata perusahaan tersebut telah memiliki ijin usaha yang dikeluarkan oleh Pemprov Jabar.
" Karena telah memiliki ijin, maka kita harus bersabar dalam mencari solusinya. Mungkin nanti kita akan buat aturan zonasi dan batas areal galian agar tidak berdampak terhadap warga sekitar," kata Desem.
Usai meninjau lokasi galian batu, Plt. Bupati Kuningan beserta Kapolres Kuningan, wakapolres Kuningan, Camat Cibingbin serta Kepala Desa Cipondok mengadakan pertemuan tertutup untuk membahas permasalahan ini.
" Meski galian batu tersebut telah berijin, jika dalam pelaksanaannya menimbulkan bahaya terhadap masyarakat di sekitar lokasi galian untuk itu saya segera intruksikan kepada dinas terkait untuk mengkaji ulang proses perijinan dan dampak yang ditimbulkan. Bila ada prosedur yang tidak dilaksanakan, untuk melindungi kepentingan dan keselamatan warga kami akan usulkan kepada Pemprov Jabar untuk dilakukan penutupan," tegas Desem.
Sementara itu, Kapolres Kuningan AKBP Yuldi Yusman meminta kepada masyarakat agar tetap tenang dan menyerahkan permasalahan kepada pemerintah daerah. (Elly Said)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.