KEMBALI BEROPERASI, GALIAN BATU INI DIPERTANYAKAN



Seputarkuningan.com - Setelah sekian lama di tutup dan tidak lagi ber-aktifitas,  galian batu yang berlokasi di Surupan Kelurahan Cigugur Kecamatan Cigugur dan telah tertutup rimbun kebun bambu disinyalir kembali beroperasi dan melakukan aktifitas penggalian batu.

Maraknya galian batu   yang ada di wilayah Kuningan, mengingatkan kembali galian batu yang ada di Desa Cipondok Kecamatan  Cibingbin, yang menuai polemik karena adanya penolakan dari warga. Keberadaan galian batu di Surupan pun dipertanyakan oleh masyarakat.

“Saya tidak habis pikir, kok bisa ada aktifitas galian tambang batu yang beroperasi kembali namun di diamkan saja oleh pihak-pihak yang terkait, apalagi di duga galian batu tersebut tidak berizin alias liar. Seharusnya pihak-phak yang terkait, seperti aparat desa, aparat kecamatan, satpol pp lebih detail untuk memperhatikan masalah tersebut, tapi ini seakan-akan seperti tutup mata.  Nah ini yang membuat pertanyaan bagi kami apa ada " main mata " atau memang takut untuk menegur karena ada oknum tertentu yang jadi bekingnya,"  kata Riko Budiman, Mahasiswa Unisa Kuningan semester akhir, yang juga kepala seksi pendidikan dari FIPPK Forum Ikatan Pemuda Pemudi Kuningan (FIPPK), Selasa (17/4/2018).

Lebih lanjut,  Riko  menambahkan, bahwa dirinya memang bukan aktivis lingkungan, tapi tidak mau kalau melihat  Kuningan ini alamnya dirusak oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab demi keuntungan semata. Seharusnya, menurut Riko,  pihak Pemda Kuningan, khususnya pihak yang terkait harus lebih memperhatikan masalah ini.

" Kuningan kan dikenal sebagai kabupaten konservasi masa alamnya akan dirusak dengan adanya galian yang dianggap liar, kita akan diam saja? " tanya Riko. Bahkan, menurut Riko, FIPPK telah melakukan audiensi  ke Dinas Lingkungan Hidup Kuningan (DLHK) dan telah menyampaikan permaslahan ini,  namun pihak DLHK tidak dapat memberikan jawaban yang tegas, hanya menjanjikan akan menindaklanjutinya saja.

“Kami sudah survei di wilayah galian batu tersebut, namun kami tidak habis pikir, kok bisa mereka semua dengan santainya mengeruk habis batu-batu dengan tidak ada izin alias liar dan  di diamkan begitu saja, bahkan dengan leluasa angkutan dam trucknya wara-wiri. Harapan kami semoga saja pihak-pihak yang terkait, terutama PLT Bupati Dede Sembada, bisa kembali turun tangan untuk menutup semua galian batu tersebut, yang di duga tanpa izin itu, sebab kami khawatirkan terjadi hal-hal yang tidak  diinginkan, apalagi di Surupan dekat sekali dengan perumahan warga,” pungkas Riko.
(Elly Said)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.