KADES JATIMULYA BANTAH ISU SELINGKUH YANG DITUDUHKAN

Kades Jatimulya Nuryadi
Seputarkuningan.com - Usai didemo ratusan warganya sendiri, Kepala Desa Jatimulya Kecamatan Cidahu Nuryadi memberikan keterangan kepada awak media. Nuryadi membantah tudingan warga jika dirinya selingkuh. 

Nuryadi tidak mengakui jika dirinya melakukan perselingkuhan dengan bendahara desanya, bahkan Nuryadi menegaskan dirinya tidak pernah melakukan diskriminasi terhadap warganya.

 " Tuduhan kepada saya dari warga tersebut semuanya tidak benar. Mungkin karena warga sering melihat saya jalan berdua dengan bendahara desa hingga diasumsikan seperti itu. Jika saya terlihat bersama bendahara itu hanya untuk kepentingan pekerjaan saja dan saya tidak hanya berdua ditemani oleh perangkat lainnya,"  kata Nuryadi, Selasa (17/4/2018) di Kantor Desa Jatimulya Kecamatan Cidahu.

Nuryadi menambahkan, jika selama ini dirinya memilih-milih jika ada warga yang meninggal ataupun hajatan hal itu tidaklah benar. Selama ini, Nuryadi selalu datang ke tempat warga yang hajatan jika mendapat undangan begitu juga jika ada warga yang meninggal.

 " Kalaupun saya tidak sempat hadir, pasti ada istri saya yang mewakilinya," ujar Nuryadi.

Menanggapi tuntutan warga untuk mundur dari jabatannya sebagai kades, Nuryadi akan mengikuti aturan yang berlaku. Menurutnya, itu hanyalah keinginan sebagial kecil warga saja yang meminta dirinya mundur. Masih ada warga lainnya yang masih mendukungnya.

 " Jumlah warga di Desa Jatimulya ini kan ada sekitar 4.000 jiwa, yang datang ke sini hanya sebagian kecil saja. Saya tetap akan mengikuti aturan yang ada dan melakukan kordinasi dengan kecamatan," imbuh Nuryadi.

Sementara itu, Camat Cidahu Rusmiadi menjelaskan bahwa pihak kecamatan tidak mempunyai kewenangan untuk memberhentikan kepala desa. Ada aturan yang menentukan tentang hal tersebut yaitu, jika kepala desa meninggal, mengundurkan diri atau melanggar hukum. Menyikapi permasalahan tersebut, Rusmiadi bersama BPD Jatimulya akan melakukan pemanggilan kepada perangkat desa, kemudian melaporkan hasil dari pemeriksaan perangkat desa kepada DPMD Kabupaten Kuningan untuk ditindaklanjuti, karena proses pemberhentian kades pun perlu adanya rekomendasi dari BPD. 

" Hanya saja camat tidak memiliki kewenangan untuk memberhentikan kades. Akan kami lakukan sesuai dengan aturan yang ada," pungkas Rusmiadi. (Elly Said)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.