INI KATA DESEM SOAL GALIAN BATU DI DESA CIPONDOK

Lokasi Galian Batu Desa Cipondok


Seputarkuningan.com - Plt. Bupati Kuningan Dede Sembada menyikapi terkait adanya galian batu di Dusun Cibodas Desa Cipondok yang dianggap ilegal. Dede Sembada telah memanggil SKPD yang mengeluarkan rekomendasi adanya galian batu tersebut yaitu Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup. Menurut Desem, setelah meminta keterangan dari dinas terkait dinyatakan bahwa galian batu yang berlokasi Desa Cipondok Kecamatan Cibingbin tersebut telah memiliki ijin yang dikeluarkan oleh DPMPTSP Provinsi Jawa Barat.

" Sesuai dengan Undang-Undang No. 23 tahun 2014 pasal 14 ayat 1 bahwa kaitan kewenangan untuk menerbitkan ijin galian minerba adalah sepenuhnya menjadi kewenangan provinsi. Kami dari pihak pemerintah daerah hanya mengeluarkan rekomendasi saja," kata Desem di ruang kerjanya Senin (2/4/2018).

Perusahaan yang mengelola galian batu tersebut adalah PT Pandu Tunggal Permana atas nama pengusaha Hasan Sambudi. Sedangkan untuk kajian teknis yang dikeluarkan oleh Dinas Lingkungan Hidup, sudah sesuai dengan Perda no. 26 tahun 2011 tentang tata ruang pasal 46 ayat 3 yang menyatakan bahwa wilayah kecamatan Cibingbin salah satu peruntukkanya adalah untuk lokasi pertambangan batu andesit.

Akan tetapi, kata Desem, bila dampak yang diakibatkan galian batu tersebut lebih banyak merugikan masyarakat sekitarnya dirinya akan menyampaikan hal tersebut kepada gubernur.

" Saya akan turun ke lokasi untuk memastikan kondisi yang sebenarnya. Bagi kami pemerintah daerah harus mengutamakan kepentingan masyarakatnya. Ketika ada bencana kan yang merasakan masyarakat Kuningan. Saya tegaskan jika memang lebih banyak merugikan masyarakat pemerintah daerah tidak akan tinggal diam," tegas Desem.

Bagi Desem, Kuningan tidak akan rugi walaupun tidak memiliki tambang batu kalau benar kondisinya membahayak masyarakat sekitarnya dan merusak lingkungan. (Elly Said)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.