ILHAM : CAWABUP YOSA REPRESENTASI DARI POLITIK DINASTI

Ilham Ramdhani


Seputarkuningan.com -  Isu  politik dinasti disetiap pilkada selalu menjadi tranding topic dan senjata pamungkas untuk menyerang paslon pertahana. Seperti beberapa waktu lalu, sempat menyeruak disalah satu sosmed pendukung paslon Toto-Yosa, yang secara tersirat menekankan bahwa Cawabup no 3, M Ridho Suganda, akan menerapkan politik Dinasti di Kuningan.

Sama halnya yang disampaikan oleh Cabup Toto Taufiqurahman Kosim, salah satu staff khusus Menteri Pendidikan RI  Ilham Ramdhani memaparkan pemikiranya terkait bahaya laten politik dinasti jika hal tersebut terjadi. Ilham mengamini apa yang disampaikan Toto terkait pernyataan dari Prof. Mahfud MD, tentang bahaya praktik politik dinasti.

“Jika persepsi dinasti politik adalah karena tahta diberikan secara langsung ke anak atau kerabat terdekat, maka dengan adanya pemilihan secara langsung  sudah tidak tepat lagi disebut terdapat praktik politik dinasti di tanah ini,” kata Ilham kepada Seputarkuningan.com Selasa (3/4/2018).

Meski dikatakan tidak tepat, namun karena persepsi banyak orang dengan ikutnya sanak family incumbent dalam kontestasi pemilu dipercayai sebagai praktik dari politik dinasti, Ilham tidak lantas menyalahkannya. Menurut Ilham, kebenaran adalah sesuatu yang diyakini dan disepakati oleh mayoritas orang.

Namun, jika melihat parameter berbahayanya dari politik dinasti, khususnya di Kuningan, pernyataan dari Cabup berjargon Sentosa, yang beberapa kali mengatakan terkait bahaya politik dinasti, dinilai kontra produktif dengan elektoral paslon tersebut.

“Kita pahami, kekuasaan di Republik ini ada eksekutif dan legislatif. Bayangkan jika eksekutif dan legislatif dikuasai oleh satu keluarga? Bukankah lebih berbahaya daripada hanya menguasai eksekutif saja?,” tanya pria yang pernah mengenyam jurusan ilmu politik di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta itu.

Kontra produktif yang dikatakan pria asal Luragung Tonggoh itu karena, Cabup Toto seolah-olah akan menciptakan dan merawat budaya dari bahayanya praktik politik dinasti. Padahal,  seperti diketahui, orang tua dari Cawabup Yosa Octora Santono, keduanya adalah anggota legislatif di level pusat dan provinsi.

“Jika isue politik dinasti merupakan salah satu senjata paslon nomor 1, saya rasa sama saja mengkebiri kelemahannya sendiri, karena kita tahu Cawabup Yosa memiliki Bapak di DPR RI, Ibunya di DPRD Provinsi, lalu kini anaknya akan maju sebagai Cawabup. Pak Toto secara tidak sadar akan merawat yang namanya politik dinasti atau bahkan bisa disebut politik imperium,” kata Ilham.

Sambil beranjak pergi, Ilham mengatakan jika isue politik dinasti terus di gemborkan, maka yang akan merebut keuntungan dari isue tersebut adalah paslon nomor 2, yang terkesan lebih fresh dari budaya tersebut. (Elly Said)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.