HAKIM TOLAK EKSEPSI KUASA HUKUM, SIDANG DILANJUT !!!


Seputarkuningan.com - Majelis Hakim yang terdiri dari Hakim Ketua Dicky Ramdani,SH, hakim anggota Eka Prasetya,SH.MH dan Bayu Ruzul Azam,SH.MH menolak eksepsi dari Kuasa Hukum terdakwa MB (53) selaku sekretaris DPC PAN Kecamatan Darma dalam sidang perdana kasus dugaan money politic digelar Pengadilan Negeri Kuningan, Selasa (3/4/2018).
Hal itu diputuskan Majelis Hakim usai mendengarkan eksepsi pembelaan dari Tim Kuasa Hukum maupun dari
Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU). Majelis Hakim membacakan putusan sela yang memutuskan bahwa sidang  dugaan kasus money politic ini akan dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi Kamis (4/4/2018).
" Kami menerima keputusan hakim ini karena itu merupakan keputusan hakim dan kami akan mengikuti agenda berikutnya yaitu untuk menghadirkan saksi-saksi. Dari pihak kami, meminta perimbangan dalam menghadirkan saksi, menurut informasi pihak JPU akan menghadirkan 12 saksi dan tentu saja dari pihak kami pun akan menghadirkan jumlah saksi yang sama," kata salah satu Tim Kuasa Hukum terdakwa Diding Rahmat,SH.MH kepada Seputarkuningan.com usai sidang.
Menurut Diding, penerima uang pun harusnya dijadikan terdakwa tidak hanya yang memberi saja. Pihaknya akan melakukan usaha semaksimal mungkin untuk dapat membantu terdakwa, karena Diding yakin bahwa terdakwa hanyalah merupakan korban.
Sementara itu salah satu Jaksa Penuntut Umum Dian Subdiana,SH mengatakan penetapan penerima uang menjadi terdakwa akan ditetapkan nanti ketika sudah memasuki tahapan pokok perkara. " Itu akan dilihat nanti pada pokok perkara setelah pemeriksaan saksi-saksi. Untuk pelakasanaan sidang money politic ini waktu yang diberikan untuk pelaksaan sidang hingga putusan hanya 7 hari kerja, jadi Senin depan harus sudah ada keputusannya," ujar Dian.
Terdakwa ini, kata Dian, didakwa dengan pasal 187A ayat (1) jo pasal 73 ayat (4) huruf C UU no. 10 tahun 2016 dengan ancaman hukuman minimal 36 bulan maksimal 72 bulan dan denda sebesar 200 juta rupiah. (Elly Said)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.