AMIN SANTONO TERUS GAUNGKAN EMPAT PILAR KEBANGSAAN




Seputarkuningan.com -   H. Amin Santono. S.Sos.MM anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat Komisi XI menggelar Sosialisasi MPR RI dengan lintas masyarakat Kuningan. Kegiatan ini dihadiri sekitar 150 orang,  terdiri dari Tokoh Masyarakat, Alim Ulama, pelaku UMKM,  Kepala Desa, Muspika, Majlis Taklim, dan Muslimat.

Dalam sambutannya, Amin Santono menjelaskan bahwa kegiatan ini banyak manfaatnya, dan kegiatan Sosialisasi MPR RI (UUD1945, Pancasila, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika) sangat penting bagi masyarakat khususnya masyarakat lintas agama dan kepercayan. " Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman terhadap masyarakat terkait tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Lokasi atau peserta yang menjadi pelaksanaannya kegiatan ini adalah pilihan. Dan sebagai anggota MPR/DPR RI, sudah tugasnya mensosialisasikan 4 pilar ini," kata Amin dalam sambutannya, Hotel Horison kemarin.

Amin menyatakan bahwa 4 pilar kebangsaan antara lain (UUD1945, Pancasila, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika) kebutuhan kita semua. Setiap warga negara harus memahami dan mengamalkan makna dari masing masing pilar tersebut. Keanekaragaman agama bukan menjadi penghalang melainkan perekat.

Sebagai narasumber atau pembicara adalah Tatang Suprayoga. SH. MH. Dosen Universitas Lancang Kuning (Unilak) Riau, yang juga Praktisi Hukum memberikan tema materi lebih spesifik yaitu Membangun Karakter Pancasila Dalam Kemajemukan Dalam Bermasyarakat.

Dengan gaya khas nya,  pria Sumatera kelahiran sunda, menjelaskan poin poin yang menjadi konsep dalam Menjaga 4 Pilar Kebangsaan. Keempat pendekatan tersebut yaitu pendekatan kultural, edukatif, hukum, dan struktural. Pertama, Pendekatan kultural adalah dengan memperkenalkan lebih mendalam tentang budaya dan kearifan lokal kepada generasi muda. Kedua, Pendekatan edukatif perlu karena saat ini sangat marak aksi kriminal yang dilakukan generasi muda, seperti tawuran, pencurian, bahkan pembunuhan. Kebanyakan aksi tersebut terjadi saat remaja berada di luar sekolah maupun di luar rumah.

Ketiga, Pendekatan hukum adalah segala tindakan kekerasan dalam bentuk apapun harus ditindak dengan tegas, termasuk aksi tawuran remaja yang terjadi belakangan. Norma hukum harus ditegakkan agar berfungsi secara efektif sehingga menimbulkan efek jera bagi pelaku kriminal sekaligus menjadi pelajaran bagi orang lain.

Dan Keempat, Pendekatan yang terakhir adalah pendekatan struktural. Keempat pilar ini perlu terus diingatkan oleh pejabat di seluruh tingkat. Mulai dari Ketua Rukun Tetangga, Rukun Warga, kepala desa, camat, lurah sampai bupati/wali kota hingga gubernur. (Elly Said)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.