AKIBAT GALIAN, RUMAH WARGA RUSAK DIHANTAM BATU


Kondisi rumah Tasrip yang tertimpa bongkahan batu


Seputarkuningan.com - Satu rumah warga Dusun Cibodas Desa Cipondok Kecamatan Cibingbin Kabupaten Kuningan mengalami kerusakan bagian belakang rumahnya akibat terhantam batu besar yang diduga berasal dari lokasi galian batu.

" Selama 20 tahun kami tinggal di sini belum pernah mengalami hal seperti ini, semenjak adanya lokasi galian batu yang sempat beroperasi ini rumah kami tertimpa batu hingga dapur dan kamar mandi kami rubuh," kata Ketua Rt 06 Dusun Cibodas Desa Cipondok Kecamatan Cibingbin Tasrip yang rumahnya menjadi korban tertimba batu besar kepada Seputarkuningan.com Kamis (5/4/2018).  


Selain kondisi dapur dan kamar mandinya hancur, sebagian kamar bagian belakang pun masih tampak bongkahan batu besar yang menghantam dinding kamar tersebut. Jika hujan deras datang, Tasrip dan keluarganya mengungsi di rumah anaknya yang tinggal jauh dari lokasi. Hal itu disebabkan dirinya khawatir ada bongkahan batu yang menghantam kembali rumahnya.

Tasrip mengaku selaku ketua rt, dirinya belum pernah menerima undangan sosialisai yang dilakukan oleh pihak perudsahaan melalui Pemdes Cipondok. Bahkan, dirinya pun tidak pernah menandatangani surat persetujuan apa pun. 

Hal yang sama dikatakan salah satu pengajar di SDN 2 Cipondok Ades yang merasa keberatan ketika galian batu tersebut kembali beroperasi. Ades mengkhawatirkan keselamatan anak-anak didiknya ketika mobil pengangkut hasil galian melewati jalan tersebut.

" Jalan yang digunakan oleh mobil dump truk nantinya kan melewati sekolah ini, jalanan di sini kan sempit karena jalan desa makanya kami khawatir ketika anak-anak didik kami melintasi jalan tersebut," kata Ades.

Ades pun menolak keberadaan galian batu tersebut, selain keamanan anak-anak didiknya polusi yang akan ditimbulkan juga akan mempengaruhi anak-anak didik di sekolah tersebut.

" Coba saja bayangkan, jika dalam setiap 10 menit kendaraan berat lewat maka anak-anak pun akan terganggu oleh suara mobil dan polusi setiap 10 menitnya. Kami dari pihak pendidik sangan tidak setuju adanya galian tersebut, apalagi posisi sekolah berada di tikungan dan di bawah jalan," tandas Ades. (Elly Said)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.