AKAN KEMBALI BEROPERASI, WARGA DESA CIPONDOK KUKUH TOLAK GALIAN BATU


Alat berat di lokasi galian batu Desa Cipondok

Seputarkuningan.com - Masyarakat Dusun Cibodas Desa Cipondok Kecamatan Cibingbin Kabupaten Kuningan kembali gerah dengan adanya kabar bahwa galian batu yang ada di desa tersebut akan kembali beroperasi dengan alasan telah memiliki ijin resmi. Warga tetap menolak adanya aktifitas galian yang dilakukan PT Pandu Tunggal Permana, dampak yang dirasakan masyarakat Desa Cipondok khususnya Dusun Cibodas cukup mengkhawatirkan. Ketika hujan deras turun, tak jarang lumpur dan kerikil yang terbawa air memenuhi jalan di sekitar dusun tersebut. Selain merusak jalan, warga pun kenyang dengan polusi dan debu yang diakibatkan dari truk pengangkut hasil galian.

 " Dari awal adanya galian ini kami warga Desa Cipondok khususnya Dusun Cibodas menolak keberadaannya. Apalagi pada saat awal beroperasi belum memiliki ijin, lalu kami dari warga mengajukan keberatan dan penolakan langsung kepada pihak perusahaan. Memang kemudian galian batu tersebut tutup, hanya saja sekarang kabarnya akan mulai dibuka lagi dengan alasan sudah memiliki ijin," kata Tomas kordinator Solidaritas Masyarakat Cipondok kepada Seputarkuningan.com saat ditemui dikediamannya Minggu (1/4/2018).
Dengan alasan apapun, tegas Tomas, masyarakat Desa Cipondok tetap akan menolak keberadaan galian batu di desanya. Dampak yang terbilang parah adalah ada salah satu rumah warga yang rusak akibat terhantam oleh batu besar hingga bagian dapurnya roboh. Selain itu, lanjut Tomas, mobil-mobil pengangkut galian tersebut melewati jalan desa yang kecil dan ada sekitar enam sekolah yang terlewati. 
" Otomatis timbul kekhawatiran akan keamanan anak-anak sekolah ini. Jika musim kemarau debu dan pasir berterbangan karena kebetulan angin di sini cukup kencang, dan jika musim hujan lumpur dan kerikil memenuhi jalanan. Dan ini terjadi semenjak adanya galian batu," ujar Tomas.
Warga masyarakat di Desa Cipondok khususnya Dusun Cibodas yang berada di sekitar lokasi galian, lanjut Tomas,  tetap akan menolak adanya galian batu tersebut. " Karena yang merasakan dampaknya adalah kami yang berada di sekitar lokasi galian," ucap Tomas.

Sementara itu, Kepala Desa Cipondok Kecamatan Cibingbin Eni Jumheni ketika dihubungi Seputarkuningan.com melalui hubungan selular tidak menjawab. (Elly Said)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.