PENDERITA GANGGUAN JIWA PUN PUNYA KTP

Kadis Disdukcapil saat menyerahkan e-KTP kepada Asep


Seputarkuningan.com - Seluruh warga negara Indonesia berhak mendapatkan kartu identitas kependudukan, baik itu yang dalam keadaan sehat maupun yang mengalami gangguan kejiwaan. Untuk itu, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kuningan melakukan perekaman pada Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang menjadi penduduk Kabupaten Kuningan. Bersama Jaring Pengaman Umat (JPU) Disdukcapil Kabupaten Kuningan melakukan perekaman e-KTP langsung ke tempat OGDJ.

Salah satu warga Desa Ancaran Kecamatan Kuningan Asep, yang telah melakukan perekaman sebelumnya, kini telah menerima e-KTP yang diserahkan secara langsung oleh Kepala Disdukcapil Kabupaten Kuningan, Drs. Zulkifli, M.Si Rabu (28/03).

Dalam acara serah terima tersebut, Zulkifli menerangkan bahwa salah satu tujuan dibuatkannya e-KTP bagi para penderita gangguan jiwa adalah agar para ODGJ tersebut dapat mendapatkan bantuan jaminan kesehatan dari pemerintah.

"Pada mereka yang termarjinalkan ini kita berikan kepedulian agar yang bersangkutan bisa didaftarkan menjadi anggota BPJS yang InsyaAllah dengan BPJS itu dapat melakukan pengobatan agar sembuh," kata Zulkifli kepada Seputarkuningan.com saat menyerahhkan e-KTP.

Zulkifli menambahkan dengan adanya  dokumen kependudukan tersebut  merupakan sarana untuk bisa melangkah lebih lanjut agar mereka dapat bersosialisasi di masyarakat dan hidup mandiri kedepannya.

"Walaupun bagaimana mereka tetap seorang manusia, warga negara yang jangan sampai termarjinalkan, hidup sendiri yang membuat semakin sulit untuk sembuh karena pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial yang harus berhubungan satu dengan yang lainnya," lanjut Zulkifli.

Pihaknya akan terus terjun ke lapangan bekerjasama dengan berbagai pihak termasuk Jaring Pengaman Ummat (JPU) untuk melakukan perekaman bagi para penderita gagguan jiwa di Kabupaten Kuningan yang belum mendapatkan dokumen kependudukan.

"Dimanapun di wilayah Kabupaten Kuningan kita akan kunjungi untuk bisa dilakukan proses perekaman dan segera mendapatkan dokumen tersebut secara cuma-cuma," ujar Zulkifli.

Sementara itu di tempat yang sama,  salah satu Kader Kesehatan Jiwa (Keswa) Desa Ancaran Mamah (42) merasa sangat bersyukur dengan adanya program tersebut. Dengan adanya e-KTP bagi pasien dampingannya sehingga dapat mempermudah proses pengobatan.

"Saya ucapkan terimakasih kepada Disdukcapil yang telah bersedia melakukan perekaman dan JPU yang telah memperhatikan dan membantu mengurus e-KTP untuk ODGJ di Desa Ancaran ke Disdukcapil. Semoga akan terus berkelanjutan untuk warga ODGJ yang belum melakukan perekaman," pungkas Mamah. (Elly Said)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.