INI HASIL AUDIENSI PENGEMUDI ONLINE DENGAN DISHUB KUNINGAN

Sejumlah perwakilan pengemudi online saat audiensi dengan Dishub Kuningan


Seputarkuningan.com - Sejumlah perwakilan supir transportasi online menggelar pertemuan dengan  Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kuningan, Rabu (28/3/2018) di ruang rapat Kantor Dishub Kabupaten Kuningan.
Pertemuan tersebut membahas penerapan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 108 Tahun 2017 Tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek.

"Kami melakukan audiensi dengan Dishub terkait penerapan permenhub dan pelarangan melakukan operasi selama hingga akhir bulan ini. Selain itu, kami juga meminta kepada pihak Dishub untuk tidak memberlakukan zona merah," kata salah satu ketua komunitas transportasi online Dwi H.

Secara umum, kata Dwi,  ketentuan dalam Permenhub tidak ada yang dipermasalahkan oleh para pengemudi transportasi online di Kuningan. Para pengemudi transportasi online ini berharap bentuk stiker hasil kir  nantinya tidak sama dengan angkutan konvensional atau angkot. Karena angkutan transportasi online ini  merupakan non-trayek. Permintaan ini telah disampaikan kepada Dishub Kuningan dalam audiensi.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kuningan Deni Hamdani menjelaskan bahwa pihaknya tidak melarang transpotasi online untuk beroperasi hanya saja para supir trasnsportasi online ini agar segera memenuhi persyaratan yang telah ditentukan sesuai dengan Permenhub 108 tahun 2017.
" Kami minta kepada para pengemudi online ini agar segera memenuhi persyaratan yang telah ditentukan hingga akhir bulan ini. Dan kekhawatiran terkait stiker kir pada mobil, itu sudah kami bicarakan dengan Dishub propinsi dan hasilnya tentu saja akan berbeda dengan angkutan umum," papar Deni.

Persyaratan yang ditentukan itu, menurut Deni, tidaklah sulit, kendaraan transportasi online harus memiliki buku kir, pengemudinya memiliki SIM A Umum dan harus berbadan hukum. Saat ini, kata Deni, kuota untuk transportasi online di Kabupaten Kuningan hanya sebanyak 36 saja.
 " Sedangkan kenyataannya kan lebih dari 36, ini juga nantinya akan kita seleksi lagi menuju 36 kuota," kata Deni.

Deni meminta kepada para pengemudi transportasi online ini agar mematuhi zona merah yang telah ditentukan yaitu dilarang menjemput atau menurunkan penumpang di depan rumah sakit, di depan toserba, di sepanjang jalan Siliwangi dan di depan sekolah-sekolah. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi konflik dengan angkutan konvensional dan menjaga kondusifitas Kuningan.

Di akhir pertemuan terjadi kesepakatan bahwa para pengemudi transportasi online akan segera memenuhi persyaratan yang ditentukan dan akan mematuhi zona merah yang telah ditentukan. Dan, pihak Dishub Kuningan akan membantu memfasilitasi pertemuan dengan angkutan konvensional agar tidak terjadi kesalahpahaman. (Elly Said)





Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.