DIANGGAP BERMAIN OPINI, TIMSES YOSA PROTES

Add caption

Seputarkuningan.com - Terkait informasi yang beredar luas antara pemanggilan DKM Masjid Desa Cimaranten Kecamatan Cipicung oleh Panwascam Cipicung tentang bantuan calon wakil Bupati Yosa Octora Santono, mendapat reaksi dari Timses Yosa. Salah satu Timses Yosa Lili Rojali menegaskan, pengumuman yang dilakukan oleh DKM adalah murni inisiatif dari pribadi yang bersangkutan. " Setelah kami lakukan konfirmasi, tidak ada arahan khusus dan permintaan langsung dari calon wakil bupati Yosa Octora untuk mengumumkan perihal sumbangan di mesjid," kata Lili kepada Seputarkuningan.com Sabtu (3/3/2018).

Pihak DKM pun, lanjut Lili, belum mengetahui sumber dana bantuan pembangunan masjid untuk rangka atap baja tersebut dari Yosa,  mengingat belum ada bukti fisik. “Kami melihat kasus ini sangat tendensius, Panwas  sudah berpolitik, menggiring opini tanpa dasar dan bukti kuat. Panwas sudah membangun image negatif kepada seseorang. Undangan klarifikasi ke DKM secara lisan tanpa ada administrasi, kemudian meneruskan ke kabupaten dan menyebarkan luas ke media, sementara di lapangan sudah ada kesepakatan kasus ini selesai dengan perjanjian tertulis," ungkap Lili.

Asas pencegahan pengawasan tidak dilakukan oleh Panwascam, edaran himbauan pelanggaran kampanye dengan no 018/Panwas-cpcg/II/2018 yang dibuat dan ditandatangani ketuanya tidak disampaikan kepada pihak DKM Desa Cimaranten. Sehigga karena ketidaktahuan pihak DKM pun berinisiatif mengumumkan kepada jamaah siapa yang membantu proses pembangunan. “Dalam hal ini, Panwascam sudah lalai dan pelanggaran administratif” tambah Lili

Sementara itu, Aep Saefullah Tim dari Yosa pun menyayangkan sikap Panwascam yang melakukan pemanggilan terhadap DKM tanpa surat tertulis. Tupoksi Panwas dari semua lini harus  berdasarkan regulasi yang ada, Peraturan Bawaslu no 2 tahun 2015 tentang Perubahan atas peraturan Bawaslu no 11  Tahun 2014 tentang pengawasan pemilu.

Sejak awal, Aep meminta agar Panwas memperbaiki dan introspeksi diri dengan memperkuat SDM kelembagaaan di semua tingkatan. Penafsiran dan pelaksanaan regulasi harus sama baik Panwas kecamatan dan kabupaten." Jangan sampai ada kesan, Panwas menjadi jubir paslon lain, dengan bertindak  pilih kasih kepada paslon tertentu. Indikasi ini mencuat dengan hampir temuan yang ada," pungkas Aef. ( Elly Said )

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.