DENIAWAN : 21 PENDAMPING DESA PILIH MUNDUR DARI PENYELENGGARA PEMILU



Seputarkuningan.com - Masih adanya para Pendamping Desa (PD) yang masih merangkap jabatan sebagai penyelanggara pemilu dibenarkan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Kuningan, Deniawan. Sejumlah 21 orang Pendamping Desa (PD) maupun Pendamping Lokal Desa (PLD) yang tercatat merangkap jabatan diketahui telah membuat surat pengunduran dari penyelenggara pemilu.
Jika hingga saat ini masih tercatat ataupun masih melakukan kegiatannya di penyelenggara pemilu, itu dikarenakan surat yang disampaikan ke pihak KPU maupun pihak Panwaslu belum mendapatkan tanggapan.
Hal ini ditegaskan oleh  Deniawan kepada Seputarkuningan.com di ruang kerjanya, Selasa (6/3/2018). Deni mengatakan, untuk petugas  Program Pembangunan dan  Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) yang meliputi Tenaga Ahli, PD dan PLD, DPMD hanya  sebatas kordinatif saja, yang artinya kalaupun yang bersangkutan melakukan pelanggaran maka pihak DPMD melakukan kordinasi dengan Tenaga Ahli dan melaporkannya ke Satuan kerja Provinsi.
" Jadi yang punya kewenangan untuk memberikan sanksi adalah satker provinsi ," kata Deni.
Akan tetapi sebelumnya, lanjut Deni, pihaknya telah memberikan surat teguran melalui Tenaga Ahli atau sebagai kordinator PD di kabupaten kepada petugas P3MD yang diketahui merangkap jabatan menjadi penyelenggara pemilu.
" Menurut informasi dari mereka, surat pengunduran diri tersebut telah disampaikan ke KPU ataupun Panwas. Tapi hingga saat ini belum ada respon dari KPU dan Panwas," imbuh Deni.
Deni pun meminta kepada KPU dan Panwas agar segera memberikan SK pemberhentian kepada para PD ataupun PLD yang merangkap jabatan agar tidak menjadi polemik di masyarakat. ( Elly Said )

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.