POLISI TANGKAP PENYEBAR HOAX USTADZ DI CINIRU TEWAS

Seputarkuningan.com - S, warga Kelurahan Winduhaji Kecamatan/Kabupaten Kuningan  harus berurusan dengan polisi akibat keisengannya menggunakan media sosial. Dia diciduk polisi setelah menyebarkan berita palsu atau hoax tentang adanya ustadz dari Kecamatan Ciniru yang tewas akibat dianiaya orang gila.

Berita tersebut, Ia sebarkan melalui pesan berantai Whatapss dan media sosial dengan isi pesannya :  " Info dari ikhwan : Inna lillah....Hari ini Shubuh Jumat 9-2-2018 Ust. Maman dari Kec. Ciniru Kuningan Jawa Barat telah dianiaya seseorang yg terkesan gila saat almarhum perjalanan pulang dari masjid usai menjadi imam sholat shubuh dgn hantaman keras benda tumpul (diperkirakan palu besar) dikepala sehingga mengakibatkan pendarahan hebat dan langsung dilarikan ke RS namun jiwanya tdk tertolong dan wafat jam 9 pagi di hari yang sama. Sementara pelaku dihakimi masa sampai meninggal. Mhn waspada kpd para tokoh agama terutama saat waktu shubuh. " ( Baca : http://www.seputarkuningan.com/2018/02/iwan-tegaskan-viralnya-berita-ustadz-di.html )

Pesan berantai tersebut sempat menghebohkan warganet di Kabupaten Kuningan dan setelah dilakukan penyelidikan kejadian tersebut tidak terbukti.  Tanpa menunggu lama,  anggota Polres Kuningan langsung bergerak dan menjemput S untuk dimintai keterangan.

Kapolres Kuningan AKBP Yuldi Yusman membenarkan pelaku penyebar hoax telah diamankan oleh pihak Polres Kuningan. Hasil pemeriksaan S  mengakui kabar yang disebar adalah hoax. Pelaku hanya ingin memberikan peringatan kepada para ustadz agar berhati-hati.

" Pelaku telah kami amankan dan masih dalam proses pemeriksaan. Pelaku telah mengakui perbuatannya dan hasil keterangan sementara pelaku mengaku hal itu dilakukan hanya untuk memperingatkan kepada para ustadz agar lebih berhati-hati," kata Yuldi kepada Seputarkuningan.com usai menghadiri acara Deklarasi Damai Pilkada 2018 Minggu (18/2/2018).


Polisi masih berupaya menggali lebih dalam terkait motif dan tujuannya menyebarkan berita palsu. Yuldi mengingatkan warganet agar tidak mudah terprovokasi dengan kabar yang tidak valid di media sosial. Tanpa cek dan ricek, kabar di medsos berpotensi meresahkan.

"Lebih baik konfirmasi terlebih dulu  terhadap setiap berita yang meresahkan,"  kata Yuldi.

Yuldi meminta kepada masyarakat Kabupaten Kuningan agar dapat lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan
hindari ujaran kebencian karena setiap tindakan di media sosial yang melawan hukum dapat dikenakan hukum pidana sesuai UU Informasi Dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

"Hati-hati dalam membuat posting-an, jangan sampai terjerat UU ITE," pesan Yuldi. (Chacha)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.