POLISI PUKUL MUNDUR AKSI DEMO ANARKIS SAAT PILKADA

Seputarkuningan.com - Kerusuhan terjadi antar pendukung peserta Pemilihan Kepala Daerah pecah di depan Kantor KPUD Kuningan. Tindakan massa ini dinilai mulai anarkis hingga melakukan penjarahan di toko-toko kawasan Kuningan, situasi ini memaksa petugas kepolisian turun tangan mengangani para perusuh.

Penanganan konflik yang terjadi ini merupakan simulasi dalam tahapan pengamanan Pilkada serentak 2018. Sebanyak 543 anggota Polres Kuningan, 372 anggota TNI Kodim 0615 Kuningan, 1 pleton Detasemen C Brimobda Jabar mengikuti simulasi tersebut, disaksikan sejumlah pejabat pemerintah daerah setempat termasuk Bupati Kuningan Acep Purnama pada Kamis (8/2/2018) di Depan Pendopo Kuningan.

Kerusuhan tersebut diumpamakan terjadi setelah tahap perhitungan suara. Sekelompok pendukung salah satu peserta Pilkada merasa tidak puas dengan hasil perhitungan tersebut, sehingga mereka melampiaskan kekecewaannya dengan melakukan unjuk rasa di depan Kantor KPUD Kuningan yang menuntut pembubaran KPU yang dinilai telah mendukung salah satu calon. Jumlah massa yang cukup banyak mulai lepas kontol setelah muncul provokasi dari pihak-pihak tak bertanggung jawab. 

Mereka tak hanya turun ke jalan tapi juga membakar ban bekas bahkan melakukan pengerusakan benda juga penjarahan.
Tindakan anarkis massa memaksa aparat kepolisian antihuru-hara lengkap dengan tameng dan pemukul segera membentuk blokade.

Bahkan petugas khusus bersepeda motor dan kendaraan taktis pun disiagakan di sekitar lokasi kerusuhan. Satuan petugas itu mulai bergerak memecahkan kerumunan massa termasuk mencegah oknum yang akan menjarah pertokoan di dekat lokasi kerusuhan.

Sementara itu, petugas juga berupaya membubarkan massa yang masih berkumpul di tengah jalan dengan memberikan beberapa kali tembakan peringatan ke udara. Termasuk, memburu sejumlah provokator kerusuhan yang ada di lokasi kerusuhan. Akhirnya, petugas gabungan pun dapat meredam kerusuhan agar tidak meluas dan massa dapat dibubarkan.

" Simulasi ini kami lakukan dalam rangka mempersiapkan keamanan yang maksimal selama Pilkada 2018 nanti. dan ini yang kita lakukan nanti bila dalam keadaan kotingensi," kata Kapolres Kuningan AKBP Yuldi Yusman seusai simulasi. 

Satuan petugas lintas instansi ini, lanjut Yuldi, bernama Tripatra itu disiapkan khusus menangani gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat serta situasi yang berpotensi menimbulkan konflik. Tri Patra ini merupakan pasukan temporer yang telah dipersiapkan.

Di tempat yang sama, Dandim 0615 Kuningan Letkol Inf. Daru Cahyadi Suprapto mengatakan, simulasi Sispamkota dan pembentukan Tri Patra ini dapat mempersiapkan satuan gabungan dalam pengamanan Pilkada Kuningan 2018. " Diharapkan pada saat pelaksanaan Pilkada nanti dapat berjalan dengan baik, aman dan lancar tidak ada gangguan apa pun," ujar Daru. (Chacha)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.