MIRIS! HIDUP SEBATANG KARA, BEGINI KONDISI RUMAH CUSRATI

KONDISI KAMAR CUSRATI YANG HIDUP SEBATANG KARA
Seputarkuningan.com - Di tengah hiruk pikuknya jelang Pilkada 2018 untuk menentukan pemimpin daerah kabupaten Kuningan, nasib naas dialami Cusrati (35) warga Blok Puhun Rt 04 Rw 04 Desa Babakanreuma Kecamatan Sindang Agung Kabupaten Kuningan, yaitm piatu yang ditinggal kedua orang tuanya karena meninggal harus hidup seorang diri di rumah yang tidak layak huni. Kondisi rumahnya yang sebagian besar hancur bahkan dinding rumahnya dalam kondisi roboh. Hal itu telah dialami oleh Cusrati selama bertahun-tahun. 
Dengan kehidupannya yang serba kekurangan, Cusrati terpaksa harus hidup susah hanya kebaikan saudara dan tetangganya yang kadang mengulurkan tangan untuk memberinya makan.
Pantauan Seputarkuningan.com, Cusrati harus tidur di atas lantai tanah hanya beralaskan sehelai tikar di dalam kamar yang kondisinya cukup memprihatinkan karena sebagian temboknya hampir roboh dan atapnya pun hanya disangga sebatang bambu.  
Menurut Iti Ariti (62) yang merupakan bibi dari Cusrati mengatakan, kedua orang tua Cusriti meninggal ketika usia Cusrati 15 tahun dan sudah bertahun-tahun kondisi rumah Cusrati seperti itu. Bahkan selama ini Cusrati belum pernah mendapatkan bantuan apa pun dari pemerintah desa ataupun yang lainnya.
ATAP KAMAR CUSRATI YANG HANYA DISANGGA SEBATANG BAMBU
" Untuk makan sehari-hari saja mengandalkan dari saudara dan warga sekitar saja. Bukannya saya sebagai saudaranya gak mau bantu, kehidupan saya dan keluarga juga sama susah," ujar Iti lirih kepada Seputarkuningan.com Jumat (16/2/2018). Iti berharap agar ada perhatian dari pemerintah desa ataupun dari pemerintah kabupaten agar dapat membantu memperbaiki kondisi rumah keponakannya.

Sementara itu, Cusrati mengakui mempunya seorang kakak yang tinggal di Sumatera hanya saja sudah hampir 15 tahun tidak pernah ada komunikasi apa pun. " Saya gak tahu ada di mana kakak saya sekarang," kata Cusrati. 
Ketika turun hujan, Cusrati pun terpaksa tetap bertahan tidur di kamarnya yang bocor hanya dengan menempatkan ember sehingga dirinya tidak basah kuyup. 
Salah satu warga Rama Samsya menyayangkan sikap pemerintahan desa yang dianggap tutup mata dengan kondisi rumah Cusrati. " Kami sih berharap ada bantuan dari berbagai pihak agar rumah Cusrati dapat diperbaiki," ujar Rama. (Chacha)






Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.