LONGSOR TERJANG DESA CIPAKEM, HAMPIR 550 WARGA DIUNGSIKAN

Jalan yang tertimbun longsor
Seputarkuningan.com - Tanah longsor kembali terjadi, warga  dusun Cigerut Wetan dan Cigerut Kulon   Desa Cipakem Kecamatan Maleber diguncang longsor dan tanah bergerak hingga menyebabkan warga di kedua dusun tidak mungkin lagi menempati kediamannya. Dua dusun tersebut harus direlokasi karena masing-masing lokasi tidak ada yang tersisa dari bencana.

Selain menyebabkan rumah hancur berat dan ringan, longsor yang terjadi beberapa hari terakhir dan berpuncak, Minggu (25/2) malam itu menyebabkan lahan pertanian luluh lantak. Jalan penghubung dusun yang tembus ke Desa Situgede itu putus total karena beberapa titik mengalami longsor besar dan ada juga yang tertimbun longsor. Termasuk di dalamnya, jalan yang dibangun TNI melalui program TMMD rusak parah sehingga tidak bisa dilalui.

"Jalan yang tertimbun longsor tidak mungkin bisa diperbaiki kembali karena rusak yang sangat parah. Beberapa titik putus total," kata Kades Cipakem, Uci Sanusi, Senin (26/2) kepada Seputarkuningan.com.

Untuk memastikan warga terbebas dari bencana susulan, hampir 550 warga diungsikan di Desa Cipakem. Yaitu, di balai desa dan SMK Samiudin Cipakem. Sampai menjelang malam, Pemdes terus menyisir seluruh warga supaya tidak ada yang bertahan di lokasi longsor, walaupun masih saja ada warga yang memaksakan diri berdiam di rumahnya.

Plt Bupati Kuningan, Dede Sembada didampingi Kadis DPrPP HM. Ridwan dan Camat Maleber langsung memantau lokasi pengungsian warga. Kedatangan para penentu kebijakan itu dilengkapi juga Kasat Pol PP, dan SKPD lainnya. Bahkan, HD. Arifin anggota DPRD Kuningan yang tidak ikut studi banding ke Bali dan daerah lainnya, ikut memantau lokasi pengungsian disusul KNPI Kuningan dan lembaga lainnya.

"Sementara warga harus mengungsi demi keamanan. Mohon sabar dan tabah mudah-mudahan segera bisa diatasi," kata Dede Sembada saat berdiskusi dengan warga di pengungsian.

Selain Dusun Cigerut Wetan dan Cigerut Kulon, beberapa dusun di Cipakem yang mengalami longsor dan pergerakan tanah di antaranya Dusun Walahar, Dusun Seklok, Dusun Cihirup, Dusun Karang Anyar, Dusun Pakulahan, Dusun Cisampih, dan Dusun Sandag. Bencana yang terjadi di setiap dusun itu rata-rata longsor dan pergerakan tanah. Hanya saja, yang parah dan warganya harus mengungsi hanya warga Cigerut Wetan dan Kulon.

"Bencana terjadi dalam dua minggu ini. Hanya puncaknya terjadi kemarin malam. Sampai subuh warga tidak tidur karena hujan tak henti-henti. Mereka dihantui longsor yang terus terjadi di sekitar lingkungannya," kata Kuwu Uci.


Akibat longsor itu, semua aktivitas warga terhenti. Aktivitas pertanian dan ekonomi tidak jalan, termasuk aktivitas pendidikan. Seluruh siswa  dari dua dusun itu dipastikan tidak akan mengikuti proses pendidikan karena alat dan sarana belajar ditinggal di kediamannya masing-masing. Orang tua beserta anaknya mengungsi dengan bekal sekadarnya.
"Kami sudah berdiskusi dengan pemerintah kabupaten dan hasilnya harus dilakukan relokasi. Dua dusun yang sekarang mengungsi, dan beberapa daerah rawan lainnya dipastikan harus direlokasi. Mudah-mudahan segera ada solusi," pungkasnya. ( Chacha )

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.