LEWATI HUTAN DAN SUNGAI, RIBUAN WARGA MENGUNGSI AKIBAT LONGSOR


Seputarkuningan.com - Bencana longsor dan pergerakan tanah yang terjadi di Desa Pinara Kecamatan Ciniru harus mengungsi akibat pergerakan tanah dan longsor yang terjadi. Akses jalan tertutup akibat longsor dan ada juga yang sebagian amblas. Jembatan pun terputus hingga warga yang mengungsi terpaksa melewati hutan yang naik turun perbukitan serta melewati sungai.

Sekitar 1.500 jiwa harus mengungsi ke tempat yang lebih aman, hali ini diakibatkan hampir 500 rumah mengalami rusak berat. " Hujan yang terus menerus ini mengakibatkan longsor dan pergerakan tanah, termasuk rumah kami ikut rusak parah akibat pergerakan tanah. Tidak ada pilihan lain, kami harus ikut mengungsi," kata salah seorang warga Desa Pinara Sukron Senin (26/2/2018) kepada Seputarkuningan.com di lokasi pengungsian.

Untuk mencapai tempat pengungsian, kata Sukron, dirinya bersama warga yang lain harus menempuh jarak sekitar 8 kilometer dengan melewati hutan dan sungai. " Jalannya kan tertutup jadi kami harus melewati hutan dan jalan kaki sejauh delapan kilometer," tambah Sukron.

Hal yang sama diungkapkan oleh Siti yang juga turut mengungsi ke tempat yang lebih aman bersama warga yang lainnya. " Saya bersama keluarga juga ikut mengungsi ke tempat yang lebih aman. Capek sih tapi mau gimana lagi karena gak ada jalan lain terpaksa melewati hutan dan sungai," ucap Siti lirih.

Siti berharap  pemerintah daerah agar cepat dapat melakukan relokasi agar dirinya serta warga desa Pinara lainnya dapat kembali ke rumah dan menjalani kehidupan seperti biasanya. ( Jopray )



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.