KUNINGAN BERKOMITMEN, TANGKAL UJARAN KEBENCIAN DAN HOAX

Ketua MUI Kuningan saat membacakan deklarasi

Seputarkuningan.com - Kapolres Kuningan AKBP Yuldi Yusman SE MSi mengajak kepada para ulama di Kabupaten Kuningan untuk menjaga persatuan umat dan kondusifitas di wilayah hukum Polres Kuningan. Ajakan itu pun diwujudkan dalam sebuah deklarasi bersama, dengan tajuk Menangkal Ujaran Kebencian dan Hoax untuk Meneguhkan Kebhinekaan dan Kebangsaan Indonesia.

Selain Kapolres AKBP Yuldi Yusman, deklarasi dihadiri langsung pengasuh Majlis Rasulullah SAW Jabar Habib Quraisy Baharun, Dandim 0615 Kuningan Letkol Inf Daru Cahyadi Soeprapto, Ketua MUI Kuningan KH Abdul Aziz Ambar Nawawi, Ketua FKUB Kuningan KH Achidin Noor, serta para pimpinan ormas Islam di Kabupaten Kuningan.  Isi deklarasi itu, berkomitmen untuk menjaga dan mempertahankan semangat toleransi dan perdamaian di masyarakat Kuningan, seta memegang teguh prinsip kebangsaan dan kebhinekaan Indonesia.

“Beberapa minggu yang lalu di Kuningan sempat beredar hoax melalui group jejaring komunikasi. Yang mana, dikabarkan dalam pesan/berita itu tertulis ada seorang ustadz di Kecamatan Ciniru dipukuli oleh orang gangguan jiwa atau orang gila hingga meninggal dunia. Setelah kami cek, ternyata berita itu tidak benar,” tegas Kapolres Yuldi saat memberikan sambutan di hadapan ribuan jamaah tabligh akbar sekaligus deklarasi bersama.

Karenanya kata Yuldi, dengan sangat terpaksa Sat Reskrim Polres Kuningan melakukan tindakan untuk memproses kabar hoax tersebut. Sebab akibat dari penyebaran berita bohong, pelaku dapat dikenakan sanksi undang-undang ITE (informasi transaksi elektronik).

“Saat ini, pemerintah dan kepolisian memiliki perhatian cukup besar pada permasalahan ini. Jaga kondusifitas, jangan mudah terprovokasi, jangan mau dikotak-kotakan, jangan sebarkan hoax atau hate speech, jadikan perbedaan itu adalah sesuatu yang positif, tanamkan terus rasa silih asah silih asih silih asuh dalam bermasyarakat, dan jika ada orang yang tidak dikenal atau mencurigakan dan atau ada indikasi membahayakan keamanan maka segera hubungi anggota Polri dan TNI agar kita bisa bersama-sama menjaga hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkapnya.

Deklarasi yang  dibacakan oleh Ketua MUI Kabupaten Kuningan berisi pernyataan sikap dari Para ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat dan elemen masyarakat Kuningan dalam menangkal ujaran kebencian dan hoax untuk meneguhkan kebhinekaan dan kebangsaan Indonesia. ( Chacha )

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.