INI PESAN KAPOLRES KUNINGAN TERKAIT PENYEBARAN BERITA HOAX DAN HATE SPEEC


Seputarkuningan.com - Arus kemajuan teknologi dan informasi saat ini tidak dapat dibendung lagi, hanya kebijakan dan kedewasaan dalam penggunaan dan pemanfaatannya sehingga tidak disalahgunakan. Kapolres Kuningan AKBP Yuldi Yusman mengingatkan kepada masyarakat, khsusnya diwilayah hukum Polres Kuningan  untuk dapat bijak menggunakan media sosial, terlebih saat ini Kabupaten Kuningan akan melaksanakan pemilihan Kepala Daerah. Ditegaskan Yuldi, siapapun yang menyebarkan berita hoaks, maka ada sanksi hukum yang harus dipertanggungjawabkan penyebar hoaks. 
"Jadi kalau ada yang menyebarkan kabar bohong, ujaran kebencian apa lagi saling mengadu domba akan kita tindak tegas. Apa lagi ini menjelang Pilkada. Selain itu masyarakat harus lebih teliti lagi jika menemukan kabar di media sosial, jangan mudah terpancing dengan isu-isu yang beredar di medsos, cek dulu benar atau tidak," kata Yuldi kepada Seputarkuningan.com Kamis (1/3/2018). 
Akibat dari penyebaran berita bohong ini, lanjut Yuldi, pelaku dapat dikenakan sanksi UU ITE sesuai dengan pasal 28 ayat 2 UU ITE dengan ancaman pidana maksimal 6 tahun penjara dan/atau denda sebanyak 1 Milyar rupiah.
" Jangan coba-coba untuk menyebarkan kabar bohong, karena kita akan melacak penyebar berita bohong itu siapa, dan kita berikan sanksi  sesuai dengan ketentuan yang berlaku,"tegas Yuldi.
Yuldi berharap kepada masyarakat, agar dapat menjadi pengguna media sosial yang cerdas, dan tidak menyalahgunakan media sosial yang ada. " Salah satu cara yang kami lakukan guna mengantisipasi adanya gangguan kamtibmas terkait hoax adalah melakukan langkah preemtif dan preventif. Salah satu contohnya kami lakukan patroli dialogis ke ponpes-ponpes, door to door ke ponpes dan meningkatkan kegiatan kepolisian. Kegiatan ini tentu saja kami melibatkan dari TNI juga," papar Yuldi.
Yuldi berpesan kepada masyarakat Kuningan agar jangan mudah terprovokasi oleh berita yang tersebar di medsos. " Silahkan untuk lakukan konfirmasi terlebih dahulu," pungkas Yuldi. ( Chacha )

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.