DALAM SATU HARI PANWASLU PANGGIL 3 PEJABAT ASN, YANG LAIN SIAP-SIAP!!


Kabag Umum saat memberikan klarifikasi di hadapan Panwaslu
Seputarkuningan.com - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Kuningan mengambil langkah cepat dalam menindaklanjuti setiap laporan yang masuk. Pada Senin (26/2/2018) Panwaslu memanggil tiga pejabat di jajaran Pemkab Kuningan, yakni Kepala Bagian Umum Guruh Zulkarnaen, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Deniawan serta Asisten Daerah I Maman Hermansyah. 
" Hari Senin kemarin kami memang telah memanggil tiga ASN untuk dimintai klarifikasinya terkait Pilkada. Untuk Kabag Umum kami mintai klarifikasi tentang keberadaan mobil dinas bagian umum yang parkir di sekretariat salah satu calon, sedangkan yang lainnya kami mintai klarifikasi terkait kehadiran keduanya di tempat yang sama bersama salah satu Calon bupati," kata salah satu komisioner Panwaslu Kuningan Abdul Jalil Hermawan kepada Seputarkuningan.com Selasa (26/2/2018).
Menurut Jalil, Kabag Umum datang sekitar pukul 09.00 WIB lebih cepat dari yang dijadwalkan pada pukul 10.00 WIB. " Kalau dijadwal sih jam 10.00 WIB kami undang tapi datang lebih cepat, hasilnya beliau membenarkan mobil tersebut dipinjam oleh salah satu rekannya tapi beliau tidak mengetahui kalau mobil tersebut di bawa ke sekretariat salah satu calon, karena alasan pinjam mobil itu untuk ke Garut, " papar Jalil.
Sedangkan dua ASN lainnya, lanjut Jalil, Kadis DPMD dan ASDA I masing-masing hadir pada pukul 13.00 WIB dan pukul 15.00 WIB. Keduanya dimintai klarifikasi sehubungan dengan adanya laporan bahwa keduanya berada di lokasi banjir Kecamatan Cidahu bersamaan dengan salah satu calon bupati.
" Keterangan dari mereka, bahwa keduanya mendapat tugas dari Plt. Bupati untuk meninjau lokasi banjir di Kecamatan Cidahu dan pada waktu yang sama datang salah satu calon bupati ke tempat itu. Mereka hanya saling menyapa lalu calon bupati tersebut meninggalkan tempat," ujar Jalil.
Setelah meminta klarifikasi ketiga ASN tersebut, kata Jalil, pihaknya akan membuat kajian perihal potensi pelanggarannya dan akan dilaporkan ke komisi ASN untuk tindakan selanjutnya.
" Nanti komisi ASN yang akan menentukan hasil dari laporan kami tersebut, karena Panwas tidak berwenang memberikan sanksi," pungkas Jalil. (Chacha)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.