200 RUMAH DIPERKIRAKAN RUSAK AKIBAT PERGERAKAN TANAH

Tim BPBD saat evakuasi warga Dusun Cipari
Seputarkuningan.com - Pergerakan tanah tidak hanya terjadi di Desa Randusari Kecamatan Cibereum saja, di Dusun Cipari Desa Margacina Kecamatan Karangkancana Kabupaten Kuningan pun mengalami hal yang sama bahkan tergolong parah. Kondisi jalan utama menuju Desa Margacina rusak akibat ada beberapa titik yang terkena longsor, jalan yang dapat dilalui melalui Desa Kaduagung lalu berjalan kaki sejauh 2 km menuju lokasi.

Pergerakan tanah di Dusun Cipari Desa Margacina menyebabkan ratusan rumah rusak seperti tembok dan lantai retak bahkan beberapa diantaranya ambruk.  Salah satu warga Yopi mengatakan longsor dan pergerakan tanah sudah mulai terjadi sejak Selasa (20/2/2018) yang diawali dengan retaknya jalan yang semakin lama semakin parah. " Pada hari Rabu (21/2) semakin terasa pergerakan tanahnya, rumah banyak yang retak-retak. Akhirnya warga keluar dan memilih mengungsi untuk menghindari korban jiwa. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa semua warga telah mengungsi termasuk ketika ada rumah yang roboh pun penghuninya sudah mengungsi," kata Yopi Jumat (23/2).

Menurut Yopi, di Dusun Cipari memang tergolong labil dan rawan pergerakan tanah. Karena lokasi tersebut terdapat banyak sumber mata air, hingga setiap musim hujan ada saja rumah yang mengalami retak. Hingga saat ini, kata Yopi, ada sekitar 200 rumah yang mengalami kerusakan dan sekitar 897 warga yang mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Sementara itu, Plt. Bupati Dede Sembada yang meninjau langsung lokasi bencana di Dusun Cipari Desa Margacina mengatakan, berdasarkan laporan yang diterimanya dari pihak BPBD yang mengatakan kondisi bencana pergerakan tanah di Dusun Cipari tergolong parah dan membahayakan. Atas kondisi tersebut, kata Desem, kemungkinan akan dilakukan relokasi seluruh warga ke tempat yang lebih aman.

" Sudah ada komunikasi dengan aparat desa Margacina untuk relokasi warga Dusun Cipari ini ke lahan milik desa yang lebih aman. Akan tetapi tetap akan dilakukan pengujian lapisan tanah terlebih dahulu. Nah setelah dipastikan aman, maka proses pembangunan untuk relokasi akan segera di mulai," pungkas Desem. (Jopray)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.