Tunjangan Anggota DPRD Naik Berlipat-lipat, Rana: Kinerja Harus Meningkat

Seputar Kuningan - Naiknya tunjangan anggota DPRD beberapa kali lipat akibat adanya Peraturan Pemerintah Nomor 18/2017, terus menuai sorotan publik.

Dengan berbagai fasilitas memadai ditambah tunjangan yang cukup fantastis, publik pun berharap kinerja anggota dewan bisa berbanding lurus dengan naiknya kesejahteraan mereka.

Harapan serupa pun disampaikan Ketua DPRD Rana Suparman SSos. Dengan naiknya tunjangan, termasuk diberikannya dana rapel beberapa waktu lalu yang mencapai sekitar Rp56 juta per anggota, kendati tidak berani menyebutkan angka, namun Rana sendiri meminta agar para anggota dewan bisa meningkatkan kinerja.

Tak hanya itu, ia juga meminta agar para anggota dewan memiliki karakter, idealisme dan prinsip yang baik dengan ujungnya berorientasi kepada rakyat.

“Emangnya kenapa kalau dewan bertambah pendapatan? Gak boleh? Yang paling penting itu ketika pendapatannya bertambah, kinerjanya juga harus semakin baik, harus punya karakter, harus punya idealisme, punya prinsip, punya orientasi. Semuanya itu kan orientasinya untuk rakyat. Kalau gaji nambah tapi idealisme gak ada, ya sudah gak usah maju lagi jadi anggota dewan,” imbau Rana saat ditemui di DPC PDIP usai meminta klarifikasi soal adanya indikasi KTA parpol ganda (PDIP dan PKS) Wabup Dede Sembada ST, kemarin (12/11).

Rana mengarahkan media agar menggali informasi soal berapa anggaran untuk rapel tunjangan anggota dewan tersebut ke Sekretaris DPRD (Sekwan) H Suraja SE MSi. Yang jelas menurutnya, adanya dana rapel anggota DPRD merupakan implementasi PP 18/2017 tentang hak keuangan pimpinan dan anggota DPRD yang bersifat normatif dan harus dilaksanakan.

“Soal rapel, itu ke Pak Sekwan saja, saya gak tahu angkanya. Cuma itu wujud dari PP 18/2017. Ini normatif, kalau PP harus dilaksanakan,” kilah Rana.

Rana kembali menegaskan, tidak ada persoalan dalam realisasi PP 18/2017 yang berujung pada penambahan tunjangan anggota dewan, termasuk adanya dana rapelan bernilai puluhan juta itu.

Yang penting menurutnya, kinerja anggota dewan semakin giat dan bagus sesuai dengan nilai kesejahteraan yang didapat saat ini dengan prinsip rakyat memiliki sandaran untuk menyampaikan keluh kesah.
“Silakan tanya saja sekwan. Tapi menurut saya gak apa-apa, yang penting kinerja bagus. Prinsipnya itu, rakyat ingin punya pegangan, punya sandaran agar keluh kesahnya bisa tersampaikan,” tandas Rana.

Sebelumnya, para anggota dewan dikabarkan sudah menerima dana rapelan dengan total keseluruhan berjumlah sebesar Rp2,3 miliar. Sekwan sendiri saat dikonfirmasi enggan memberikan penjelasan terperinci. Hanya saja melalui pesan singkatnya, sekwan membenarkan terkait adanya pencairan dana rapel anggota dewan, ia menyebut angka total Rp3 miliar lebih dipotong pajak. (rdr)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.