Arung Surakatiga, Serunya Berekreasi Sambil Jaga Kebersihan Sungai

Seputar Kuningan - Satu lagi kemeriahan peringatan Hari Jadi Kabupaten Kuningan ke-519 kali ini ada adalah digelarnya acara Arung Surakatiga yang diikuti sekitar 1.500 warga Kuningan dan sekitarnya, Minggu (24/9).

Arung Suragakatiga adalah sebuah olah raga air tradisional warga Kuningan mengarungi aliran sungai saluran irigasi Surakatiga sepanjang hampir 5 Km hanya dengan menggunakan ban mobil bekas yang dibuat sedemikian rupa sehingga menyerupai perahu karet. Para peserta tidak harus mengadu cepat melainkan hanya beramai-ramai mengarungi arus sungai yang tidak terlalu deras dan akan ada doorprize menarik menanti saat tiba di garis finish.

Para peserta sebelumnya diharuskan berkumpul di lapangan sepak bola Kelurahan Winduhaji sambil membawa ban karet masing-masing. Sekitar pukul 09.00 WIB, peserta Arung Surakatiga yang jumlahnya mencapai 1.500 orang tersebut pun kemudian diangkut menggunakan truk menuju pintu air Saluran Surakatiga di Kelurahan Citangtu. Namun tak sedikit pula peserta yang berdomisili di sekitar aliran sungai memilih lebih dahulu berkumpul di garis start.

Dengan dilepas kibaran bendera start oleh Bupati Kuningan Acep Purnama, para peserta pun langsung menceburkan diri ke sungai kemudian beramai-ramai mengarungi arus sungai sedalam 1 meter tersebut dengan menggunakan karet ban yang mereka bawa dari rumah masing-masing. Riuh keceriaan dan senda gurau para peserta pun pecah mewarnai acara arung saluran irigasi yang sebagian besar adalah para anak-anak dan remaja. Apalagi ketika para peserta harus melewati kelokan dan arus sungai yang menurun hingga menyebabkan ban yang mereka tumpangi pun saling beradu bahkan beberapa peserta di antaranya tercebur.

Kehadiran beberapa peserta yang mendandani dirinya dengan gaya yang unik dan lucu menjadikan tontonan menghibur warga sekitar yang menonton dari pinggir sungai. Tak sedikit peserta yang menghias perahu karet mereka dengan aneka warna yang menarik ada pula yang merangkaikannya hingga bisa ditumpangi peserta dalam jumlah banyak.

Setelah sekitar 30 menit perjalanan, akhirnya para peserta Arung Surakatiga pun tiba di garis finis yaitu pintu air dekat lapangan sepak bola Winduhaji. Kedatangan para peserta ini disambut ribuan pasang mata penonton yang ingin menyaksikan acara tahunan tersebut yang sebagian besar adalah para orang tua peserta arung yang langsung dilanjut dengan acara pembagian doorprize.

Ketua Karang Taruna Winduhaji Juanda SPd mengatakan, acara Arung Surakatiga ini awalnya hanyalah permainan anak-anak warga sekitar saluran irigasi Surakatiga saat menjelang sore hari atau ketika libur panjang tiba. Namun berkat ide kreatif para pemuda Keluarahan Winduhaji terdahulu, menjadikan “kaulinan barudak” tersebut kemudian disulap menjadi acara tahunan warga Kuningan yang menghibur sekaligus mengajarkan para generasi muda tentang pelestarian lingkungan.

“Acara Arung Surakatiga kali ini adalah yang ke 22 tahun. Pencetusnya adalah para pemuda yang tergabung dalam Himpunan Olahraga Simpang Empat (HOLS) Winduhaji, salah satunya adalah mantan Bupati Kuningan Pak Aang Hamid Suganda saat masih muda dulu,” ujar Juanda.

Kegiatan ini, kata Juanda, selain dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-519 Kabupaten Kuningan sekaligus dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun HOLS yang jatuh pada tanggal 28 Oktober mendatang. Melalui acara tersebut, lanjutnya, sekaligus sebagai ajang kampanye mengajak kepada para generasi muda untuk menjaga lingkungan terutama aliran sungai agar selalu bersih dari sampah.

Tampak di antara para peserta arung Surakatiga adalah dua tokoh muda Kuningan bakal calon bupati pada Pilkada Kuningan mendatang yaitu M Ridho Suganda dan Yosa Octora. Keduanya tampak semangat menghadiri acara tersebut, bahkan hingga rela berbasah-basahan menjadi peserta arung surakatiga kali ini.
“Ini pengalaman saya yang pertama mengarungi sungai dengan ban karet. Seru dan mengasyikkan. Tahun depan mudah-mudahan saya bisa ikut lagi,” ujar Yosa.

Edo mengaku acara Arung Surakatiga adalah permainannya semasa kecil dulu yang hingga kini masih berkesan dan mengandung nilai positif terhadap pelestarian lingkungan. “Saya waktu kecil malah disuruh oleh ayah (Aang Hamid Suganda) supaya ikut dan tidak pernah saya lewatkan. Saya sangat mendukung acara ini sebagai wujud kepedulian generasi muda dalam hal menjaga lingkungan, terutama air sebagai sumber kehidupan,” kata Ridho yang juga tokoh muda Kelurahan Winduhaji.

Sementara itu, Bupati Kuningan Acep Purnama yang turut hadir dalam acara tersebut mengapresiasi acara yang digelar para pemuda Kelurahan Winduhaji tersebut. Meski acara tersebut hanya sebagai hiburan masyarakat, namun dia menilai acara tersebut mempunyai potensi wisata yang sangat menjanjikan.
“Kegiatan ini sangat menarik. Selain merupakan hiburan rakyat, ini juga sangat berpotensi sebagai daya tarik wisata di Kabupaten Kuningan. Saya sangat mendukung dan jika perlu dijadikan agenda Kabupaten Kuningan setiap peringatan Hari Jadi Kuningan,” kata Acep. (radarcirebon.com)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.